Sepotong nafas pemberianNya yang seperti titik embun di pagi hari
yang lenyap ketika siang meranggas datang
namun malam meluluhkan dan ketika pagi datang embun pun kembali merembas..
tidak pernah terhenti atau berhenti..
sepotong nafas dengan segala pertanggung jawaban kepada Nya
juga penyerahan diri ketika menapaki jalan yang berkerikil
kepada Mu sepotong nafas tak hilang dalam pusaran malam dan kelamnya hujan
namun, maafkan
ketika sepotong nafas dibagikan untuk dihirupi
dari bagian hati yang juga kau pecahkan menjadi kepingan yang menghidupi
merenda ketika terrobek oleh kerikil di siang meranggas
maafkan
ketika sepotong nafas menjadi bagian nafas yang tidak sempurna untuk Mu
namun menjadi bagian yang diberikan kepadaku..
maafkan
Minggu, 28 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar